Sedari kecil, aku memiliki mimpi besar yang mungkin jika dilihat dari kondisi
keluarga ku terlalu sulit untuk ku raih. Bisa dibilang dari kecil aku adalah
anak tunggal yang berada dalam keluarga broken home, meskipun ayah dan ibuku
tidak berpisah. Bila dihitung dari saat ini, sudah 21 tahun mata ini menjadi
saksi air mata ibuku. Pasti kalian akan bertanya “kenapa dengan ibumu?” , baik,
akan ku jawab .
Ibuku adalah wanita yang lahir dengan keberuntungan, dia
memiliki seorang ayah yang berbudi luhur. Profesinya yang sebagai Mantri justru
membuatnya makin berjiwa besar dan dermawan.
Ibuku adalah anak ke dua dari 12 bersaudara, dan ia adalah anak kesayang
sang ayah ( ibuku memanggilnya Abah). Di
usianya yang masih muda, sang ayah meninggalkannya. Tapi Tuhan ( Allah swt.) tidak meninggalkannya,
banyak keajaiban yang ibuku alami meskipun luka menorah perlahan.
Ayahku adalah laki-laki yang beruntung karena dilahirkan,
tapi detailnya tidak dapat aku ceritakan disini.
Rumah tangga mereka tidak pernah sunyi dari pertikaian,
hingga usai ku menikah. Ibu memutuskan untuk meninggalkannya. Dia letih
mungkin, tak kuasa menahan luka yang semakin menujam. Kenapa ?
Aku hanya bisa diam, menangis dan ya sudahlah…
Yang paling menyedihkan, tidak ada yang bisa ku lakukan
untuk membela wanita tercantikku.
Dan "apa mimpi ciky ?"
Aku hanya ingin bisa membuat semua orang disekitarku bahagia karena kehadiranku, aku hanya ingin diakui bahwa aku bisa melakukan yang terbaik. Aku pun tidak tahu apakah mimpi seperti itu benar atau salah, yang aku tahu aku hanya ingin bisa melakukan sesuatu yang berguna, bukan hanya untuk diriku tapi juga untuk orang lain.
Dan "apa mimpi ciky ?"
Aku hanya ingin bisa membuat semua orang disekitarku bahagia karena kehadiranku, aku hanya ingin diakui bahwa aku bisa melakukan yang terbaik. Aku pun tidak tahu apakah mimpi seperti itu benar atau salah, yang aku tahu aku hanya ingin bisa melakukan sesuatu yang berguna, bukan hanya untuk diriku tapi juga untuk orang lain.
0 komentar:
Posting Komentar